West Java News - Sekarang ini susu kedelai sangat muda ditemukan di pasaran. Baik yang sudah dalam kemasan hieginies mau pun dalam kantong plastik (yang ini biasanya buatan penjual rumahan) Semua siap untuk dinikmati, tinggal terserah Anda untuk memilih yang mana yang lebih berkenan di hati. Susu Kedelan dalam kemasan yang menunjukkan merk produksi dari pabrik tertentu yang pastinya sudah disertai dengan ijin dari departemen perdagangan yang lebih aman kebersihan serta keasliannya. Atau produksi susu kedelai rumahan yang juga pastinya memperhatikan segi kebersihan serta keasliannya. Terserah Anda yang mana lebih berkenan sepanjang kedua jenis penyajian susu kedelai itu masih berada dalam standar layak minum dan berguna untuk kesehatan. Mengapa Susu kedelai layak dikumsumsi ? Dan siapa saja yang pantas mengkomsumsinya?
Bagi balita (usia diatas satu tahun) yang biasanya masih menyusu pada sang ibu dengan kata lain masih memerlukan asupan asi sang ibu, bisa juga untuk selingan diberikan susu kedelai dengan ukuran perhari kurang lebih 1- 2 gelas. Dan bagi balita yang alergi terhadap susu sapi, karena memang ada sebagian balita yang menderita alergi terhadap susu sapi, umpanya jika mengkomsumsi susu sapi akan mengalami mual dan muntah. Bahkan jika sampai diare, maka hentikan pemakaian susu sapi, karena dengan demikian berarti sistim pencernaan paad balita Anda tidak mampu menyerap laktosa (lemak susu) Maka jika demikian kita bisa mengganti asupan susu sapi pada si balita dengan susu kedelai, karena dalam susu kedelai tidak mengandung laktosa susu yang biasanya ada pada susu sapi tersebut.
Susu kedelai pun sering diberikan pada anak penderita Autisme dimana anak ini tidak mampu mengadakan berinteraksi dengan lingkungan lain atau anak Autisme tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seakan hanya hidup dalam lingkungannya sendiri. Karenanya dianjuarnya pada anak Autisme untuk tidak mengkomsumsi makanan yang mengandung Kasein (protein susu) dan gluten (protein tepung) Karena kedua jenis protein tersebut adalah sulit dicerna juga dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak sehingga anak Autis akan semakin hiperaktif. Maka sebagai pengganti dari asupan susu bagi penderita Autisme sebaiknya diganti dengan susu kedelai. karena susu kedelai tidak mengandung kedua jenis protein tersebut di atas.
Selain untuk balita dan anak-anak susu kedelai pun dapat dikomsumsi oleh para orang tua, selain rasanya segar juga dapat menurun kadar kolesterol yang dimana di dalam tubuh kolesterol akan bergabung dengan protein yang kelak penggabungan keduanya akan menghasilkan sebuah senyawa yang akan menghasilkan kolesterol jahat karena sering mengakibatkan penumpukan plak di dinding arteri. Jika ditelurusi maka susu kedelai adalah solusi hidup sehat tanpa lemak bagi orang tua yang bermasalah dengan kesehatannya, seperti menderita diabetes dan penyakit lainnya yang harus menghindari makanan penuh lemak . Dan susu kedelai susu yang dapat dikongsumsi tua dan muda solusi sehat bagi yang perduli akan kesehatan tubuh untuk masa panjang.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment