Sponsored by

News Update :

Sammer: Tak Ada Yang Tak Etis Dengan Kebijakan Kami

Thursday, December 1, 2011

West Java News - Gaya sukses Jerman dalam membangun tim nasional, pernah dikritik Fabio Capello. Cara Jerman yang menaturalisasi pemain muda asal negara lain untuk masuk dalam skuad timnas Jerman dipertanyakan oleh pelatih asal Italia itu. Hanya karena telah melatih pemain yang bersangkutan, Capello mengaku dirinya tidak menerima jika tim lain dengan mudahnya mengambil pemainnya dengan mudah. Menurutnya pula, pemain bisa saja dibeli, terutama ketika mereka datang dari latar belakang keluarga yang miskin, di mana mereka membutuhkan uang. Pria yang akrab dipanggil Don Fabio ini bahkan menggunakan istilah pencurian bakat. Dikatakan oleh pelatih asal Italia itu masalah berpangkal pada klub-klub kaya yang merekrut pemain sejak usia dini, lalu mengganti paspor negara asal dengan negara induk semangnya. Para pemain muda ini biasanya dari keluarga miskin. Hal ini merugikan negara asal. Fabio pun menuntut Badan Sepak Bola Eropa, UEFA, melarang transfer kewarganegaraan tersebut. Ia mengaku perlu dibuat garis pemisah yang tegas. Dalam hal ini Fabio mengaku telah mendapat restu Presiden UEFA, Michel Platini. Kesal kepada Jerman sungguh suatu hal yang wajar bagi Fabio.

Sekitar tiga tahun lalu, pasukan Tiga Singa luluh lantah diterjang tim Panser 1-4, di Piala Dunia Afrika Selatan. Pencetak gol Jerman Miroslav Klose dan Lukas Podolski lahir di Polandia. Ada juga Mezut Ozil yang orang tuanya berasal dari Turki, Sami Khedira dari Tunisia, dan Cacau dari Brasil. Namun Don Fabio seperti menerapkan standar ganda. Dia memboyong Danny Welbeck ke tim nasional Inggris. Meski lahir di Manchester, Inggris, penyerang Manchester United itu memiliki orang tua asli Ghana, sehingga memiliki kesempatan memperkuat kesebelasan Bintang Hitam. Capello mengaku telah berbicara dengan ayah Welbeck dan setuju anaknya memilih Inggris.

Ya, kritik memang baik, asalkan membangun. Tapi kenyataannya, banyak orang yang tak suka dikritik kendati itu bermaksud membangun. Tak terkecuali direktur Teknis Timnas Jerman, Matthias Sammer. Sammer malah balas mengecam kritik pedas pelatih Inggris, sang Don Fabio, terkait strategi der Panzers membangun skuadnya dengan menaturalisasi sejumlah pemain muda. Sammer bersikeras tidak ada yang tidak etis tentang kebijakan yang telah mereka keluarkan. Olahraga baginya hanya berusaha bereaksi atas perkembangan dalam masyarakat. Pihaknya mengaku menyambut semua dan membuka pintu bagi pemain dengan latar belakang pendatang. Kepada Bild Sammer mengatakan bahwa dirinya tidak dapat memahami pernyataan Capello. Itu disebutnya adalah peran olahraga, dan pihaknya merekrut dari mana saja. Menurut dia, kebijakan itu adalah gambaran sifat multikultural dari masyarakat Jerman. Saat ini, Jerman dihuni oleh ribuan pendatang dari latar belakang negara yang berbeda. Dan pihaknya akan membuka kesempatan bagi para imigran untuk bergabung dalam skuad Jerman sebagai upaya merespons perkembangan yang terjadi.

Seperti yang diketahui, skuad asuhan Joachim Loew ini pun diunggulkan meraih Euro 2012. Jerman saat ini menjadi tim yang disegani, setelah sukses tampil impresif di Piala Dunia 2010. Mesut Oezil (Turki), Sami Khedira (Tunisia), Boateng (Ghana), dan Marco Marin (Bosnia), memiliki benang merah dengan kesuksesan Jerman. Ya, selama ini Jerman memang tidak terlepas dari kekuatan beragam pemain dari berbagai asal negara yang berbeda-beda.
Share this Article on :

No comments:

Post a Comment

 

© Copyright West Java News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Powered by Blogger.com.