West Java News - Pergantian tahun yang baru saja dilalui beberapa waktu yang lalu merupakan waktu yang tepat bagi sebagian besar pelaku bisnis untuk melakukan penilaian atau review atas segala aktivitas perdagangannya pada tahun sebelumnya tidak terkecuali pelaku bisnis investasi. Review dilakukan untuk menarik kesimpulan atas perilaku negative atau positip aktivitas Investasi atas imbal hasil atau return yang diterima oleh investor. Berbagai pertimbangan atas hasil evaluasi dari tingkah laku perdagangan yang dilakukan pada tahun sebelumnya akan dibandingkan dengan hasil investasi yang telah ditanamkan sehingga ditemukan informasi efektivitaas dari investasi yang telah dilakukan. Umumnya pertanyaan yang dibuat untuk menarik kesimpulan atas efektivitas dari aktivitas investasi yang lalu adalah pertanyaan mendasar atas imbal hasil yang diterima atas perilaku investasi.
Atas penemuan-penemuan yang diperoleh, seorng investor akan segera mengetahui jika terjadi kesalahan yang membuat bisnisnya berada di jalur yang tidak sesuai.
Kesimpulan yang diperoleh dari evaluasi tersebut akan di jadikan pondasi untuk membuat strategi baru dengan asumsi mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Tetapi evaluasi tidaklah semudah yng diceritakan seperti yang di uraikan di atas. Ada beberapa instrument atau tolak ukur yang digunakan sebagai tolak ukur yng objektif bukan sekedar asumsi-asumsi yng bisanya menyesatkan. Salah satu acuan yang palig objektif yang tersedia di pasar global adalah tingkat index yang bisa diakses kapan saja diinginkan.
Tidak bisa dipungkiri dan di persalahkan jika ada sebagian pendapat yang mengatakan kalau index merupakan monopoli pasar saham, walaupun sebenarnya index bisa digunakan untuk oleh pasar lainnya seperti pasar obligasi dan pasar valuta asing. Pendapat yang mengatakan index hnya bisa dipakai di pasar saham bisa diterima pasalnya index pertama kali diperkenalkan oleh Charles H. Dow yang merupakan seorang wartawan keuangan untuk memantau pergerakan harga saham pada tahun 1896 di pasar Amerika. Index yang dipakainya saat itu menjadi cikal bakal index DJIA yang menjadi acuan semua pelaku keuangan di seluruh dunia.
Index adalah indicator statistic yang digunakan untuk menunjukan perubahan harga yang terjadi atas sebuah objek tertentu. Index saham tertentu pastinya akan memberitahukan kepada pemerhatinya atas perubahan harga saham bersangkutan secara periodic di pasar saham. Atas cara kerjanya yang mencatat perubahan nilai pada periode tertentu atas objek yang diteliti, pergerakan nilai atas investasi lainnya bisa juga dibuat dengan mengamati pergerakan nilainya atas asset yang dimiliki pada investasi-investasi di bidang lainnya, baik obligasi, valuta asing, komoditas emas, perak , property atau yang lainnya. Angka-angka yang diperoleh secara periodic degan mengaitkan pada nilai hari dan nilai kemarin sehingga diperoleh gambaran angka yang pasti yang bisa diperoleh informasi yang pasti mengenai profit atau loss jika sebuah tiondakan ekonomi dilakukan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment