ide cerita : Ananda
dikembangkan oleh : rosida
Siang itu matahari bersinar terik, sehingga membuat suasana di sepanjang pantai menjadi agak panas. Beberapa anak ikan berenang ke sana kemari memperlihatkan ekornya yang meliuk-liuk .
"Hei lihat mataharinya sangat terik, hingga air di sini agak hangat..." celoteh si ikan bungsu yang berwarna agak kemerahan berteriak dengan suaranya yang jernih sambil mendongakkan kepalanya sedikit keluar dari hamparan air.
Rupanya saudaranya yang lain tertarik dengan teriakan si ikan bungsu maka mereka pun berbondong mendatangi adiknya. Ketika benar dirasakan kalau air yang sedang dibuat berenang si bungsu itu memang terkesan hangat tak seperti di bawah sana yang dingin, mereka pun sangat senang bermain saling kejar-kejaran dan ekornya yang berwarna warni itu berkilau terkena terpaan sinar matahari yang memang memancarkan teriknya ke bumi.
"Di sini hangat, duh badan jadi tidak terlalu dingin enak ya, Adik ..." seru si sulung sambil mengibaskan ekornya pada adiknya yang nomor dua.
"Ya, " sahut si ikan nomor dua sambil terus mendekati si bungsu yang sangat asyik bermain di permukaan air dan keempat ikan kakak beradik itu pun saling kejar dan ketika si bungsu melihat seekor kura-kura yang berjalan di atas pasir langsung berteriak.
"Kakak lihat ada paman kura-kura di sana..."
"Mana...?" Sahut kakaknya.
"Itu... yuk kita ke sana..." ajak si bungsu dan mereka pun berempat terus berenang kearah si kura-kura yang terus merambat di atas pasir, tampaknya kura-kura itu menuju kearah air, mungkin kepanasan jadi ingin juga mencelupkan badannya.
Tiba-tiba terdengar suara yang membuat kura-kura mendongakkan kepalanya.
"Kepak... kepak....!"
"Oh...!!" Kura-kura terkejut demi melihat seekor burung pemangsa ikan terbang rendah,"Oh sahabat=-sahabat kecilku dalam bahaya..." serunya dalam hati sambil terus mempercepat rambatannya supaya segera dapat masuk ke air dan memberikan berita buruk ini pada beberapa anak ikan yang biasanya sedang bermain-main di atas hamparan air. Dan ketika dilihatkan empat ekor ikan kecil berenang ke arahnya segera saja dia mendekat.
"Paman Kura-kura..." sapa si ikan bungsu dengan lincahnya berenang mendului ketiga ikan kakaknya untuk mendekati kura-kura yang dipanggilnya paman itu."Paman airnya hangat, ya... ... mari ke sini Paman kita bermain bersama..."
"Anak ikan mana saudaramu yang lain...?" Sambut si paman kura-kura lebih mendekat pada ikan bungsu yang kemudian dilihatnya beberapa ikan kecil menyusul di belakangnya.
"Itu mereka, Paman, yuk kita berenang bersama... apa Paman mau ke dasar laut, ya...?" Ikan bungsu itu tak menyadari kalau ada bahaya di atas sana, ada burung yang sedang mengincar mereka.
"Bungsu cepat kamu ajak saudaramu yang lain kembali ke dasar laut..." seru kura-kura dengan panik.
Si Bungsu terkejut dia menyangka kura-kura itu tidak suka lagi bermain dengannya,"Paman marah pada kami, kalau kamu bersalah maafkan, Paman..."
Kura-kura cepat memberitahu,"Bukan... ayo cepat ajak saudaramu dan kabarkan pada yang lain supaya mereka jangan berenang ke permukaan air dulu, lihat ada burung yang mengincar kalian..."
Si bungsu mendongakkan kepalanya, benar di atas tak jauh dari hamparan laut sedang terbang seekor burung yang tampaknya memang sedang lapar hingga paruhnya dilongokkan ke air.
"Kepak... kepakk..." burung itu mengepakkan sayapnya sambil terus melongok ke dalam air mencari mangsa.
"Melihat hal itu tentu saja si bungsu terkejut maka dia harus segera menuruti perintah paman kura-kuranya supaya mengajak saudaranya yang sudah mendekat itu kembali ke dasar laut,"Baiklah Paman terima kasih atas perhatiannya, aku akan mengajak saudaraku ke dasar laut kembali nanti kalau sudah aman kami akan kembali menemui Paman, ya..."
"Ya cepat bungsu... cepat selamatkan dirimu..." seru kura-kura legah saat melihat si bungsu berenang menjauhinya dan kemudian bergabung dengan saudaranya .
"Kakak kita harus segera pulang ke Ibu dan memberitahu teman-teman yang lain supaya jangan berenang ke atas dulu..." ajak si bungsu seperti menghalau ketiga saudaranya, sedangkan di atas burung pemangsa ikan terus terbang rendah dengan paruh dilongokkan ke hamparan air.
"Memangnya kenapa, Adik?" si sulung bertanya heran.
"Itu di atas ada burung yang sedang kelaparan nanti kita bisa dimangsanya, kakak..." ujar si bungsu sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Dan ketiga saudaranya pun dapat melihat ada bahaya sedang mengancam mereka.
"Kepak..kepakk..." burung itu tampaknya sangat kelaparan dan sesekali paruhnya terceluk ke air. Tapi tak ada ikan yang dapat dipatuknya.
"Ayo Adik cepat..." ajak si sulung memimpin ketiga saudaranya kembali ke dasar laut."Ayo cepat jangan sampai dia melihat kita ..."
"Ya, kita harus memberitahu pada yang lain supaya mereka jangan ke atas dulu, Kakak..." sahut si bungsu dengan gesit meliuk-liukkan badannya mengimbangi laju renang ketiga saudaranya dan setelah mereka sampai di dasar laut maka segeralah si bungsu berkabar pada serombongan teman ikannya yang akan menikmati hangatnya hamparan air ,"Teman-teman kita kembali ke dasar laut dulu karena di atas sana ada burung lapar yang akan memangsa kita..."
"Oh begitu, ya..." sahut teman si bungsu dan mereka pun berenang kembali ke dasar laut, tinggallah burung yang kelaparan itu tak menemukan mangsanya disaksikan oleh si paman kura-kura yang senyum-senyum dari tempat berlindungnya di balik sebuah batu besar. Si paman kura-kura senang karena dia berhasil menyelamatkan ikan-ikan kecil sahabatnya itu...


No comments:
Post a Comment