Sponsored by

News Update :

Serangan udara Israel terhadap Iran, sulit untuk saat ini

Sunday, February 26, 2012

West Java News - New York Times melansir Beberapa pejabat pertahanan AS dan pengamat militer mengatakan bahwa Israel akan mengalami kesulitan jika ingin melakukan serangan udara terhadap Instalasi Nuklir Iran.

Pasalnya, para pilot Israel harus menempuh jarak yang jauh jika harus melakukan serangan, sekitar 1.600 kilometer lebih dengan melewati beberapa wilayah udara negara yang tidak bersahabat dengan mereka. Belu lagi dengan mengisi bahan bakar di udara lalu menghadapi pertahanan udara negara Iran serta sedikitnya harus menggunakan 100 pesawat tempur.

beberapa pengamat militer dan pejabat pertahanan Amerika Serikat yang sangat dekat dengan Pentagon mengatakan bahwasanya serangan Israel yang ditujukan untuk menghancurkan program nuklir Iran merupakan operasi militer besar dan sangat rumit. Halini ssangat berbeda dengan opersai militer yang pernah dilakukan pada tahun 2007 terhadap reaktor nuklir Suriah dan reaktor Osirak, Irak pada tahun 1981.

Pasalnya, Israel ingin langsung menyerang 4 lokasi nuklir penting Iran, sasaran tama pertama adalah Fasilitas Pengayaan Uranium yag berlokasi di Natans dan Fordo. Sasaran utama kedua adalah Reaktor Air Iran yang berada di Arak. Kemudan sasaran utama ketiganya adalah pembangkit yellowcake-conversion yang berlokasi di Isfahan.

Dan jika Israel bersikeras untuk mewujudkan rencananya maka hanya ada 3 rute udara yang bisa digunakan. Pertama Rute Utara, melalui wilayah udara Turki. Yang kedua, RuteSelatan melalui wilayah udara Arab Saudi dan rute tengah melewati wilayah udara Yordania dan Irak

Dan rute yang paling mngkin diambil adlh wilayah udara Irak. Karena saat ini negara Irak tidak memiliki kekuatan udara. Dan Amerika Serikat sudah tidak lagi berada di sana sejak bula Desember untuk menjaga keamanan udara negara Irak. Dan itu dengan syarat Yordania memberkan izin kepada Israel untuk melakukan penerbangan lintas perbatasan.

Masalah berat lainnya yaitu Jaak tempuh yang sangat jauh. Israel saat ini memiliki pesawat tempur jenis F-15i dan F-16i buatan Amerika yang mampu membawa amunisi besar. Tetapi jet-jet tempur tersebut tidakmampu menempuh jarak 3.200 km pulang pergi.

Dan masalah terakhir adalah, persedian bom Israel. Walaupu Israel memiliki bom penghancur bunker GBU-28 seberat 2.200 kilogram buatan Amerika,namun belum dketahui kemampuan daya hancurnya jika harus menembus fasilitas nuklir yang berada di dalam perut gunung di Natanz dan Fordo.

Dalam sasana yang mengkhawatikan ini, Thomas Dailon, Penasehat Keamanan Nasional AS, berteu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusaem. Kepala staff gabungan AS Jenderal Martin Dampsey melalui CNN mengatakan kalau serangan Israel terhadap Iran akan menimbulkan dmpak yang luas dan destabilisasi. Demikian juga dengan Menteri Luar Negeri Iggris, William Hague melalui BBC, mengatakan kalau tindakan Israel ang akan menyerang Iran sangatlah tidak mungkin dan bukan 'hal yang bijaksana' untuk 'saat ini'.
Share this Article on :

No comments:

Post a Comment

 

© Copyright West Java News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Powered by Blogger.com.