Sponsored by

News Update :

Inggris geram atas Blatter

Tuesday, November 22, 2011

 
Selama ini FA sudah bekerja keras untuk meminimalisir Rasisme. Mengenai hilangnya rasisme dengan hanya jabat tangan yang dikatakan Sepp Blatter adalah sesuatu yang absurb. Pernyataan itu mendapat tanggapan keras dari Perdana Menteri Inggris David Cameron dan memintanya  untuk turun. Demikian juga Menteri Olahraga Inggris meminta Ketua FIFA Sepp Blatter untuk mundur dari jabatannya setelah meluasnya komentar seputar rasisme di laga sepakbola. Hugh Robertson mengatakan posisi Blatter sebagai orang nomor satu di dunia sepakbola internasional tidak lagi dapat dipertahankan setelah kemunculannya di televisi dalam wawancara yang menyatakan perselisihan pemain di lapangan termasuk tindakan pelecehan rasisme yang sebaiknya diselesaikan dengan jabat tangan saja. 

West Java News - Pernyataan presiden FIFA mengenai rasisme di sepakbola mendapat tanggapan sinis dari David Beckham, Striker Blackburn Rovers Jason Robert,   Beberapa mantan pemain liga primer Inggris termasuk Stan Collymore, Mark Bright dan Robbie Savage dan Pemain belakang Manchester United Rio Ferdinand. Pernyataan Sepp Blatter sangat  mengerikan dan menjadi langkah mundur untuk sepakbola. Presiden FIFA itu sebelumnya terkesan menutup mata atas permasalahan rasisme di sepakbola. Blatter melontarkan komentar itu lantaran pemain klub Liverpool asal Uruguay, Luis Suarez, mendapat hukuman dari Asosiasi Sepak Bola Inggris karena diduga melakukan tindak rasisme terhadap pemain klub Manchester United asal Prancis, Patrice Evra. Kapten tim Inggris, John Terry, juga menghadapi kasus yang sama serta diperiksa polisi dan Football Association (FA) karena melontarkan ucapan bernada rasis terhadap pemain bertahan klub Queens Park rangers (QPR) Anton Ferdinand.

Neil Warnock menyatakan aksi boikot pemain berkulit hitam merupakan satu-satunya cara untuk menggulirkan Blatter.  Manajer Queens Park Rangers Neil Warnock mengungkapkan, aksi boikot pemain merupakan satu-satunya cara untuk melengserkan Sepp Blatter sebagai presiden FIFA. Blatter sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf mengenai komentarnya terkait rasisme di sepakbola, terutama di Inggris yang belakangan ini ramai membahas masalah tersebut. Pernyataan Warnock ini dikeluarkan disela-sela ramainya pergunjingan rasis yang diterima bek Anton Ferdinand oleh kapten tim Chelsea John Terry. Permasalahan itu kini ditangani pihak kepolisian. Tak heran bila Warnock merasa geram dengan pernyataan Blatter.  Warnock pun menilai hanya ada satu cara untuk melengserkan Blatter, kendati sebagian besar petinggi federasi sepakbola Inggris (FA) telah menerima permintaan maaf Blatter.

Sejumlah komentar Blatter disambut dengan keraguan oleh media Inggris. Tabloid The Sun melontarkan kutukan dengan sebuah berita halaman depan berjudul "Buta Seperti Blatt",  dan sudah saatnya bagi pejabat berkebangsaan Swiss itu untuk mundur,  posisi Blatter yang berada di puncak dunia olahraga tidak dapat dipertahankan lagi. Presiden Badan Sepak Bola Dunia, FIFA  mengakui salah terkait pernyataan mengenai rasis, tapi menolak untuk memenuhi tuntutan mundur. Sepp Blatter mengungkapkan permohonan maaf atas komentarnya mengenai rasisme di sepakbola, namun dia menekankan tak akan mundur dari jabatan sebagai presiden FIFA. 
Share this Article on :

1 comment:

Post a Comment

 

© Copyright West Java News 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Powered by Blogger.com.